Jl. Ngurah Rai No. 55B, Singaraja, Bali(0362) 22244WhatsApp +62 823-4251-6601

5 Tanda Persalinan Sudah Dekat: Kapan Bunda Harus ke Klinik?

Kenali lima tanda persalinan sudah dekat, cara membedakan kontraksi palsu dan kontraksi persalinan, serta kapan Bunda perlu segera menghubungi tenaga kesehatan.

Menjelang Hari Perkiraan Lahir (HPL), Bunda mungkin mulai sulit membedakan perubahan biasa dengan tanda persalinan. Tidak semua tanda muncul bersamaan, dan tidak semuanya berarti bayi akan lahir pada hari yang sama.

Melalui artikel ini, Bunda akan mengetahui lima tanda persalinan, cara membedakan kontraksi palsu dengan kontraksi persalinan, serta kapan harus segera menghubungi tenaga kesehatan.

1. Kontraksi Semakin Teratur dan Kuat

Kontraksi merupakan salah satu tanda utama bahwa persalinan mulai berlangsung. Saat kontraksi, rahim mengencang lalu kembali rileks. Perut dapat terasa keras, disertai nyeri seperti kram menstruasi yang menjalar ke punggung atau panggul.

Kontraksi persalinan biasanya:

  • muncul dengan pola yang semakin teratur,
  • jaraknya semakin berdekatan,
  • berlangsung semakin lama,
  • terasa semakin kuat,
  • dan tetap muncul meskipun Bunda beristirahat atau mengganti posisi.

Sebagai panduan umum, hubungi fasilitas bersalin ketika kontraksi sudah teratur sekitar setiap lima menit atau lebih sering. Namun, waktu datang dapat berbeda pada setiap ibu. Pertimbangkan kondisi kehamilan, riwayat persalinan, jarak perjalanan, dan arahan dokter atau bidan.

2. Keluar Lendir Bercampur Sedikit Darah

Selama kehamilan, leher rahim ditutup oleh sumbat lendir atau mucus plug. Menjelang persalinan, leher rahim mulai melunak, menipis, dan membuka sehingga lendir tersebut dapat terlepas.

Lendir dapat tampak bening, merah muda, kecokelatan, atau sedikit bercampur darah. Kondisi ini sering disebut bloody show.

Keluarnya lendir menunjukkan bahwa tubuh sedang mempersiapkan persalinan, tetapi bayi belum tentu lahir pada hari yang sama. Kontraksi dapat muncul beberapa jam hingga beberapa hari kemudian.

Perdarahan merah segar atau lebih banyak daripada bercak biasa bukanlah bloody show yang normal. Jika hal ini terjadi, segera hubungi tenaga kesehatan.

3. Air Ketuban Pecah

Ketuban pecah tidak selalu berupa semburan besar. Pada sebagian ibu, cairan hanya merembes sedikit tetapi terus-menerus atau menimbulkan rasa basah yang tidak dapat ditahan.

Cairan ketuban umumnya jernih atau berwarna pucat. Jika Bunda merasa ketuban sudah pecah, segera hubungi tenaga kesehatan atau fasilitas bersalin meskipun kontraksi belum muncul.

Gunakan pembalut untuk membantu mengamati warna dan jumlah cairan. Jangan menggunakan tampon.

Segera minta pertolongan apabila cairan berwarna hijau atau kecokelatan, berbau tidak biasa, atau disertai perdarahan.

4. Kepala Bayi Turun ke Panggul

Menjelang persalinan, kepala bayi dapat bergerak semakin rendah ke dalam panggul. Bunda mungkin merasa bentuk perut terlihat lebih rendah dan napas menjadi sedikit lebih lega.

Sebaliknya, tekanan di bagian bawah tubuh dapat meningkat sehingga Bunda merasa:

  • panggul lebih berat atau penuh,
  • lebih sering buang air kecil,
  • atau lebih sering ingin ke toilet.

Perubahan ini dapat terjadi beberapa minggu, beberapa hari, atau beberapa jam sebelum persalinan. Karena itu, turunnya kepala bayi bukan penanda pasti bahwa persalinan akan terjadi pada hari yang sama.

5. Nyeri Punggung atau Tekanan di Tubuh Bagian Bawah

Sebagian ibu merasakan pegal pada punggung bawah, tekanan berat di panggul, atau rasa tidak nyaman seperti menjelang menstruasi.

Keluhan ini dapat muncul akibat perubahan posisi bayi dan tekanan kepala bayi pada daerah panggul. Jika nyeri datang bersama kontraksi yang semakin teratur, kuat, dan sering, persalinan mungkin sedang dimulai.

Nyeri yang sangat hebat, menetap, atau tidak menghilang di antara kontraksi perlu segera dinilai oleh tenaga kesehatan.

Kontraksi Palsu atau Kontraksi Persalinan?

Menjelang HPL, banyak ibu mengalami kontraksi Braxton Hicks atau kontraksi palsu. Berikut perbedaannya secara sederhana.

Kontraksi palsu biasanya:

  • tidak teratur,
  • jaraknya tidak semakin dekat,
  • tidak semakin kuat,
  • dan dapat berkurang setelah beristirahat, minum, atau mengganti posisi.

Kontraksi persalinan biasanya:

  • semakin teratur,
  • jaraknya semakin dekat,
  • berlangsung semakin lama dan kuat,
  • serta tetap muncul meskipun Bunda beristirahat atau mengganti posisi.

Pemeriksaan langsung terkadang tetap diperlukan untuk mengetahui apakah sudah terjadi perubahan pada leher rahim.

Kapan Bunda Harus Segera Menghubungi Tenaga Kesehatan?

Segera hubungi dokter, bidan, atau fasilitas pelayanan kesehatan apabila Bunda mengalami:

  • air ketuban pecah atau diduga merembes,
  • perdarahan merah segar dari vagina,
  • gerakan bayi berkurang atau berubah dibandingkan pola biasanya,
  • nyeri hebat yang menetap di antara kontraksi,
  • kontraksi yang semakin teratur, kuat, dan sering,
  • tanda persalinan sebelum usia kehamilan 37 minggu,
  • atau perasaan bahwa ada sesuatu yang tidak seperti biasanya.

Gerakan bayi yang berkurang tidak boleh ditunggu hingga keesokan hari. Segera hubungi tenaga kesehatan untuk mendapatkan penilaian.

Bunda tidak perlu menunggu seluruh tanda persalinan muncul. Bila merasa ragu, lebih baik berkonsultasi lebih awal.

Persiapkan Persalinan Sebelum HPL

Memasuki minggu-minggu terakhir kehamilan, persiapkan:

  • perlengkapan ibu dan bayi,
  • dokumen yang diperlukan,
  • kendaraan menuju fasilitas bersalin,
  • pendamping persalinan,
  • serta nomor kontak fasilitas pelayanan kesehatan.

Pemeriksaan kehamilan menjelang persalinan tetap penting untuk memantau kondisi Bunda, posisi dan denyut jantung bayi, serta menyusun rencana persalinan yang sesuai.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Bagaimana membedakan kontraksi asli dan kontraksi palsu?

Kontraksi persalinan biasanya menjadi semakin teratur, semakin kuat, berlangsung lebih lama, dan jaraknya semakin dekat. Kontraksi tetap terasa meskipun Bunda beristirahat atau mengubah posisi. Sebaliknya, kontraksi palsu biasanya tidak teratur dan dapat berkurang setelah beristirahat, minum, atau mengganti posisi.

2. Kontraksi berapa menit sekali berarti Bunda harus ke klinik?

Sebagai panduan umum, hubungi fasilitas bersalin ketika kontraksi mengikuti pola 5-1-1: muncul setiap 5 menit, berlangsung sekitar 1 menit, dan terjadi konsisten selama 1 jam. Namun, Bunda perlu menghubungi klinik lebih awal jika pernah melahirkan sebelumnya, jarak rumah cukup jauh, memiliki kehamilan berisiko, atau mendapat arahan khusus dari dokter.

Jangan menunggu pola 5-1-1 apabila ketuban pecah, terjadi perdarahan, gerakan bayi berkurang, nyeri hebat menetap, atau tanda persalinan muncul sebelum usia kehamilan 37 minggu.

3. Lendir bercampur darah sudah keluar, berapa lama lagi akan melahirkan?

Tidak ada waktu yang sama untuk setiap ibu. Persalinan dapat dimulai beberapa jam kemudian, tetapi bisa juga baru terjadi beberapa hari setelah lendir bercampur sedikit darah keluar. Jika darah yang keluar banyak seperti menstruasi, segera hubungi tenaga kesehatan.

4. Bagaimana membedakan air ketuban dengan urine atau keputihan?

Air ketuban biasanya berupa cairan bening atau kuning pucat yang keluar tiba-tiba atau terus merembes dan sulit ditahan. Urine umumnya berbau pesing dan keluarnya lebih mudah dikendalikan, sedangkan keputihan biasanya lebih kental.

Ciri tersebut tidak selalu dapat memastikan jenis cairan. Gunakan pembalut bersih, bukan tampon, untuk mengamati warna dan jumlah cairan. Segera hubungi tenaga kesehatan jika Bunda menduga ketuban pecah, meskipun belum mengalami kontraksi.

5. Apakah gerakan bayi berkurang menjelang persalinan itu normal?

Menjelang persalinan, jenis gerakan bayi dapat terasa berbeda, tetapi bayi tetap seharusnya bergerak sesuai pola biasanya. Jika gerakannya berkurang atau berubah dari pola normal, jangan menunggu sampai keesokan hari. Segera hubungi tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.

Setiap Persalinan Memiliki Ceritanya Sendiri

Menjelang kelahiran buah hati merupakan momen yang membahagiakan, tetapi wajar jika Bunda merasa cemas. Mengenali tanda persalinan dan mempersiapkan rencana sejak awal dapat membantu Bunda dan keluarga menjalani proses ini dengan lebih tenang.

Ada tanda persalinan dan masih ragu? Hubungi Klinik Bersalin Permata Bunda. Kami siap mendampingi Bunda sejak pemeriksaan kehamilan hingga menyambut kelahiran buah hati dengan pelayanan yang hangat, profesional, aman, dan nyaman.

Klinik Bersalin Permata Bunda – Singaraja “Memberi Kenyamanan Lebih”

Artikel ini merupakan materi edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi langsung dengan dokter maupun tenaga kesehatan.

Referensi

  1. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). How to Tell When Labor Begins. FAQ004. Last reviewed November 2025. https://www.acog.org/womens-health/faqs/how-to-tell-when-labor-begins
  2. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists (RCOG). Your Baby's Movements in Pregnancy. Reviewed April 2026. https://www.rcog.org/for-the-public/browse-our-patient-information/your-babys-movements-in-pregnancy/
  3. National Institute for Health and Care Excellence (NICE). Intrapartum Care. NICE Guideline NG235. https://www.nice.org.uk/guidance/ng235
  4. National Health Service (NHS). Signs that Labour Has Begun. https://www.nhs.uk/pregnancy/labour-and-birth/signs-that-labour-has-begun/
  5. World Health Organization. WHO Recommendations: Intrapartum Care for a Positive Childbirth Experience. Geneva: WHO.
  6. World Health Organization. WHO Labour Care Guide: User's Manual. Geneva: WHO; 2021.

Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Klinik Bersalin Permata Bunda, Singaraja. Berpengalaman dalam pelayanan kesehatan ibu, kehamilan, dan persalinan sejak 2006.

Artikel ini ditujukan untuk edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan atau konsultasi langsung dengan tenaga kesehatan.

Konsultasikan melalui WhatsApp